Sore itu....aku berkunjung ke salah satu tempat sementara dimana para pengungsi menunggu kejelasan nasib mereka. Ada sebuah keluarga yang beberapa hari sebelumnya baru datang dan sore itu...Ali (nama samaran) sang kepala keluarga nampak sedang gelisah termenung d ujung teras.
Kuarahkan langkahku kepadanya dan kami pun duduk bersebelahan.
"How are you Ali?" Tanyaku memulai percakapan.
"Good and not good" jawabnya dengan sedikit senyuman tertahan di bibirnya.
"Hows that can be?" Lanjutku menimpali.
"Its good that me and family are alive after what we have passed and its not good when you know that you are now waiting for something unsure, our ages are getting old day by day...and I always concern about my son's future" Ali berkata kepadaku dengan airmata yang menetes di matanya
Kami kemudian duduk dalam senyap selama beberapa saat..dan tak lama setelah itu sebuah pesawat lewat tepat diatas kami.
"Look at that plane Ali" seraya menunjuk pesawat itu aku berkata kepadanya.. "Couple minutes ago, those passangers were in the land and now....they are flying, they were looking at the sky like what we are doing now...and now the are looking downstair. Just that the world is round. Someday....you will be on that plane...and waving at me. Just keep smiling....keel productive..keep your faith of God and do it for your son" lanjutku.
Ali pun tersenyum seraya berkata :"Thanks mr.Riza....you are right".
"Hey Ali.....dont forget...Good things happen to good people" candaku seraya menepuk bahunya dan melangkah ke mobil untuk bergegas kembali ke kantor.
Dan......waktupun berlalu...hari demi hari berjalan yang membuat aku pun semakin sibuk dan hanya bisa bertemu dengannya sekali atau 2 kali dalam sebulan. Ali pun menjadi sosok yang aktif membantu teman seperjuangannya dengan tulus, ditambah lagi Ali adalah 1 dari sedikit orang di penampungan itu yang fasih berbahasa inggris.
Hampir 2 tahun tak terasa begitu cepatnya, sebatang bibit tanaman yang awalnya tertancap layu di taman itupun telah menjadi batang yang kokoh. Begitu pula dengan Ali yang hari demi hari menjadikannya sosok yang diandalkan oleh teman-temannya.
Saat yang dinantipun tiba, semua proses yang telah dijalani Ali menghantarkan ke penghujung penantiannya. Yups.....sebuah negara telah menerimanya dan akan segera memberangkatkannya. Dengan sukacita aku pun bergegas untuk memberitahukan kabar gembira ini kepadanya dan hari itu adalah hari yang paling membahagiakannya selama masa penantiannya.
Di hari yang telah ditentukan, ia pun telah bersiap diri...baju baru yang telah lama dipersiapkannya yang dibelinya dari simpanan sisa uang makannya telah rapi tertata di meja itu menunggu untuk dikenakan beberapa jam lagi demi menyambut hidup baru d negeri jiran yang telah menerimanya itu.
Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku dan berkata :"Thanks brother for all of your time and kindness...do you still remember what you told me 2 years ago in front of our place?" Ali berkata dengan senyuman yang sangaaaaat menandakan kebahagiaannya.
Aku pun menjawab dengan gaya kebingungan :"what was that? Sorry I am getting old now"
Dengan senyuman dia berkata "Remember, at the first week i arrived in here, I was stressed...depressed...and that afternoon you came and told me about the plane up there. You gave me hope that someday I will be in that plane and will take me to my new life. You know....I always remember that words...and everytime I down back to the stage with many burdens in my shoulder...I just went out the room and looking to the sky. When the plane was crossed on me, I got my strength back since I believe that someday I will be there."
Aku pun terdiam dan memanggil kembali ingatanku tentang kata-katanya.akhirnya aku pun berkata: "yea..I remember that..i surprised that you still remember it"
"It was not just a words, it was make me stronger day by day...and I would like to thank you for that." Kata Ali seraya menjabat tanganku erat dan memeluk.
Setelah pertemuan perpisahan itu, akupun kembali rutinas kerja akan tetapi apa yang baru saja ku alami masih segar dalam ingatanku. Jujur...aku tidak menyangka....hanya sebuah perkataan simpel yang telah aku katakan menjadi penyemangat seseorang dan berarti banyak dalam kehidupannya. Bahagia terasa dalam hati ketika akhirnya aku bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang.
Selamat dengan dengan kehidupan barumu Ali...semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu bersamamu.
"You may think that it just a words, but sometime its means more than what you have imagine to someone else"
Riza Gadi, Medan 24 sept 2015
1 komentar:
Masya Allah tabarokallah
Posting Komentar