Selasa, 25 Desember 2018

Aku, Hujan dan secangkir teh panas

Terhempas diri dalam badai lamunan,
Ku bentang rasa di langit dalam simfoni,
Merawang pikirku jauh menembus awan,
Tetes hujan pun turun iba menghibur hati.

Malam ini terasa dingin..ketika sang hujan datang membasahi bumi dan juga hati ini...
Tak lupa..teh susu hangat idola menemani anak muda yang sudah mulai beranjak setengah tua ini...hehehe....

Tak terasa.....tahun ke 36 dalam kehidupanku sedang kulalui. Berbagai rasa yang terasa dari awal mata ini terbuka, hingga saat ini memberikanku pelajaran yg tiada ternilai. Aku adalah mahasiswa dari sebuah universitas, universitas itu bernama universitas kehidupan. Kamu....(iya kamu....) dia.....(hmm....iya dia) dan mereka adalah dosen-dosenku dalam menjalani pelajaran kehidupan ini. Baik buruk tawa tangis senang sedih yang kalian bawa, memberikan pelajaran berarti untukku dan menjadikanku pribadi yang senantiasa siap menjalani kehidupan ini detik demi detiknya.

Hari demi hari berjalan dengan pastinya...tak terasa...31 maret 2010 dimana awal pertama aku menjadi anak rantau d kota deli ini telah sampai di tahun 2018...beberapa bulan lagi akan genap 9 tahun aku di kota ini. Kota dimana aku menemukan arti kehidupan.....ketulusan...serta pengorbanan.

Aku yakin, setiap hal yang terjadi dalam kehidupan bukanlah terjadi karena ketidak-sengajaan. Tiap tarikan nafasnya telah menjadi suatu ketentuan yang kita dapat memilih sendiri warna pelangi apa untuk menghiasinya. Laksana 2 orang bertemu atau berpisah, semua sudah menjadi suratan takdir....tetapi bagaimana hari terlewati...kitalah yang memilih cara bahagia atau sedihnya. Rasa bercampur asa dalam lantunan doa akan menghidupkan hati terasa di dada.

Dan malam ini......
Kusandarkan asaku jauh di punggung langit....
kupasrahkan rasaku jauh di dalam untaian doa....
kupanjatkan berjuta kebaikan jauh ke atas langit untuk para penjaga hati

Selamat malam wahai bintang, bawalah aku terlelap dalam kedamaian hati.....

#00.35am

Selasa, 18 Desember 2018

Kopiku kopimu

Kopi pagi...racikan ramuan yang tepat akan membuat penikmat kopi mewajibkan diri mereguk rasanya. Kopi rasa pahit menjadi nikmat ketika tangan lihai sang barista memainkan anggun tangannya meramu rasa.
Tanpa menghilangkan rasa asli si kopi...sedikit gula atau banyak, pahit kopi masih tetap terasa walau rasa telah bercampur. Susu pun menambah keindahan dan cita rasa kopi menjadi lebih yummy.
Begitulah kehidupan, ada pahit ada manis ada legit creamy seperti susu. Kita adalah barista2 pasa kehidupan kita. Sebanyak rasa pahit dan manis yang akan kita minum, kitalah yang menentukan formula uniknya. Tiap tetes air yg bercampur dengan kopi akan melarutkan kepahitan. Manis gula membawa syahdu kehapitan hingga terasa berkurang. Kepahitan kopi bukanlah hilang, ia tetap ada disana...hanya saja manisnya gula mewarnai kelam cairnya menjadi manis semanis senyumku 藍
While we can........Live your life and start formulate your own coffee of your dream


Sincerely yours,
ExCoffeeLover

Kamis, 02 November 2017

374 purnama

Seiring hari berganti hari...bulan berganti bulan...tahun berganti tahun...tak terasa jam pasir kehidupan telah membawaku ke usia ini. Usia dimana perlahan semua akan menurun setelah mencapai puncaknya.

Refleksi diri menjadi renungan anak rantau ini hari demi harinya. "Apa yang telah aku perbuat utk bangsa dan umat ini? Kontribusi apa yg telah kuberikan walau hanya setetes embun d hamparan kabut pagi. "Sebaik-baik orang adalah yg bermanfaat untuk org lain" -hadits-. Sudahkah aku menjadi org yg baik diantara yg terbaik dan bermanfaat untuk sekitarku, ataukah aku belum begitu berarti bagi sekitarku?

Nalar kedewasan dalam berfikir, santun beretorika dalam berucap, senyum keikhlasan dalam berbagi, semua itu sudah saatnya menjadi tujuan untuk menjadi makhluk yg merindukan surga dan dirindukan oleh surga.

Umur yang semakin bertambah menuju kembali pulang seakan selalu berdenting mengingatkan akan waktu pulang itu. Nafas adalah waktu yg tak bisa kita tarik kembali, sekali ia terhembus maka ia tak kan kembali.

20 Dec 2017, dini hari pukul 3.30 pagi....aku terbangun dari tidurku. Handphone yg terletak tak jauh dalam jangkauan kuraih dan kubaca beberapa pesan dari seorang sahabat. Ia pun berkisah akan kesulitan yang ia lalui saat ini. Terbesit dalam penatku setelah melalui hari yang cukup membuatku terjaga walau mata ingin terlelap, ternyata kepenatan ini belum seberapa dengan apa yang dialaminya. Keyakinannya dalam melebur besi penghalang kebahagiannya membuatku mengangkat tinggi topi kebanggaan menjadi saksi perjalanan kisah itu. Setiap orang mendapatkan kisah nya sendiri....yang dengannya pena kehidupan akan membentuk karakter orang tersebut dengan guratan-guratanya. Terima kasih kawan...ceritamu membangkitkan semangat baru...semangat pantang menyerah..semangat berserah diri...dan semangat kembali menuju fitri.

Masalah....kesulitan....cobaan..... pasti akan menghampiri semua anak manusia...bagaimana orang tersebut menghadapinya akan sangat bergantung dengan keyakinannya akan kasih sang Khaliq. Banyak orang sering berkata :" wahai Tuhan...masalahku besar sekali". Akan tetapi seorang hamba yang berserah akan berkata :" wahai masalah...Tuhanku maha besar". Kecilkan masalahmu dan besarkan lah anugrah Tuhan....niscaya masalah itu akan nampak kecil dan akan terasa mudah kita lalui.

35 hari lahir kembali telah kulalui...374 purnama telah kulalui....perlahan apa yang telah tertanam mulai tertuai..segala kekhilafan menjadi kaca refleksi diri dalam menerjang ombak kehidupan. Segala kisah baik dan buruknya menjadi saksi bisu dalam lukisan indah galery jiwa...dimana ia terpampang rapi merefleksi diri.

Lalu.....ku bertanya pada diri...siapkah engkau wahai diri? Sudah kah kau menjadi sosok yang dirindukan dan merindukan surga? Ketika esok tak akan pernah datang....akankah kau menjadi makhluk yang berbahagia...atau malah kau terpuruk dalam ketakutan?

Sungguh...hanyalah kerinduan qalbu kepada kekasih hati nabi pembawa rahmat semesta yang senantiasa membuat hati ini kembali merindukan surga...karena disanalah jiwa ini bisa bertemu kekasihnya. Sungguh...suatu keanehan, mata belum melihat cahanyanya.. telinga belum mendengar lembut tutur sapanya...tetapi hati mencinta laksana beliau hadir selalu dalam setiap pandangan mata.

Sepanjang hidup...ku tak pernah percaya apa itu yang dinamakan Cinta....tapi perlahan....ku mengenal apa itu cinta yang tak bersyarat dari cahaya Cintamu wahai Rosulullah...

Ya Habiballah....kami merindu syafaatmu...karena kami merindu tuk bersama dirimu

-khadimul musthofa-

Kamis, 03 Desember 2015

Bang Anto si tukang tambal ban

Hari ini adalah salah satu hari dengan seabrek pekerjaan yang menunggu giliranya untuk diselesaikan. Mulai dari berkoordinasi dengan instansi pemerintah sampai dengan data base yg harus di selesaikan dengan segera. Hari padat pada awal bulan terakhir di penghujung tahun.

Akhirnya, jam kantor pun sudah menunjukkan waktu untuk segera berpamitan dengan komputer yang semenjak siang sudah capek ane pencetin semua keyboardnya :) (untung keyboardnya g bisa teriak...hihihi). Jam 18.13 ku sudahin penatku dan ku arahkan kuda beroda 2 ku ke tempatku melepas penat alias gym. Setelah 3 jam berjibaku dengan alat2 disana guna membakar sedikit lemak yang membandel ini, aku pun akhirnya mengakhirinya dan menuju pulang. Ternyata, Allah berencana lain, rodaku pun bocor dan aku harus berjalan mencari tukang tambal ban. Di tengah kepadatan kota yg mulai hilang ditelan malam, nampak dikejauhan ada seorang muda yg membuka jasa yg kucari. Alhamdulillah, puji ku dalam hati, akhirnya masih ada tambal ban yang buka. Ada 1 motor disana yang mengalami nasib yg sama denganku dan kami pun mulai pembicaraan. Abang itu dlm perjalanannya utk kerja shift malam dan beliau nampak santai menunggu bang Anto menyelesaikan pekerjaannya. "Baru pulang kerja ya bang" tanya abang itu. "Iya bang, pas pula ban bocor ya kan bang' jawabku dengan logat medan yg akhirnya sudah mulai trbiasa di lidah hehehe. " Amannya itu bang, bisa langsung istirahat nanti. Ini awak baru mau kerja shift malam bang. Alhamdulillah cuma ban aja yg bocor, bukan kepala awak ya kan" timpal abang itu seraya tersenyum.

Subhanallah, perkataan abang itu spontan membuatku terasenyum dan mengagumi cara berpikirnya yang simpel dan mensyukuri apapun yang terjadi padanya.

Tiba waktunya bang Anto memperbaiki motor saya. " bang cobaa tengok ini ada 4 bocor lama dan akan menjadi 5 dengan yg bocor barusan. Tunggu ya bang, biar iita tambal" kata bang Anto. "Mending ganti baru apa tambal bang?" Tanyaku. 'Macam mana awak mau bilangnya bang, kalo abang sur ganti baru ban dalamnya kita ganti bisa. Ada kok stocknya" jawab Anto. Akhirnya kami sepakat dengan ganti baru untuk mempercepat dan keamanan kedepannya dari kebocran dlm waktu dekat.

Kami pun terlibat dalam pembicaraan santai tapi sangat bermakna bagi seorang anak manusia ini. "Sampai jam brapa buka bang? Tanyaku. " Kalau malam gini sampai jam 12 malamam, saya nunggu semua pekerja2 d mall itu (hermes palace mall) pulang. Kasian kl saya sudah tutup ntar yang kemalangan g bisa pulang." Jelas anto."saya jam 6 pagi sudah buka bang, jaga2 kalo ada anak sekolah yang butuh, kesian kan mereka mau menuntut ilmu. Dan bapak2 yg mau bekerja, harus dipertikan juga. Kasian mereka sedang akan cari makan anak istriya. Ya sedikit banyak saya bisa beramalkan sedekah waktu saya dan mancari berkahnya rezeki d waktu pagi" ujar anto sambil memasang ban motorku. "Saya ini merantau dari Sibolga(+- 8 jam dari medan), dan puji tuhan rejeki ada aja, bahkan saya g harus ngontrak, tapi dpt tempat tdr dr pemilik toko d sebelah saya ini sekalian jagain tokonya" tambah Anto.

Masya Allah.....pelajaran yang berharga malam ini yg kudapat. Seorang penambal ban muda yang sangat ikhlas dalam pekerjaanya. Anto tidak hanya mencari rezeki, tapi ingin berbuat dengan apa yang dia bisa untuk membantu orang.

Niat baik untuk membantu orang adalah magnet rezeki. Ketika kita berbuat sesuatu bukan hanya untuk mementingkan diri kita sendiri, maka jalan rezeki Allah akan senantiasa hadir tidak terduga.

Terima kasih wahai Tuhanku yang maha segala-galanya atas ban bocor yang terjadi malam ini, alhamdulillah malam ini KAU berikan nikmatMU utk bertemu dengan salah satu hambaMU yang special bernama Anto.

Thanks pak Anto untuk inspirasi malamnya ;) semoga anda sukses selalu dan diberkahain dalam setiap langkah-langkahmu.

Rabu, 30 September 2015

Siapa anda bisa membuat saya marah!!!!

Marah....suatu kondisi yang sering datang secara tiba-tiba dan susah kali disiruh perginya :) kalau pakai ilmu panggil jelangkung namanya "Datang Tak Diundang, Pergi Tak Diantar" :)

Kali ini saya akan sedikit berbincang tentang emosi bin marah. Kalo kita lihat dari perspektif ilmu psikologi, ada beberapa pendapat tentang marah. Ada yang bilang kalo si marah yaitu perubahan dalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan gemuruh di dalam dada, yang akhinya didefinisikan: kemarahan yang teramat sangat.
 
Ada juga yang berpendapat kalo marah itu adalah reaksi emosional yang akut ditimbulkan oleh sejumlah situasi yang merangsang. 
Pakar yang lain bilang kalo marah adalah perbuatan yang terjadi pada waktu mendidihnya darah di dalam hati ( Pake kompor Quantum apa Hock neh ya hihihi )  untuk memperoleh kepuasan apa yang terdapat di dalam dada.
Nah ada juga yang berpendapat kalau marah adalah emosi alamiah yang akan timbul manakala pemuasan salah satu motif dasar mengalami kendala yang kemudian akan membuatnya akan marah, berontak, dan melawan kendala tersebut.
Yang terakhir, marah adalah suatu luapan emosi yang meledak-ledak dari dalam diri yang dilampiaskan menjadi suatu perbuatan untuk membalas kepada orang yang menyebabkan marah. Ada kaitannya sama teori sebab akibat neh
Dari pandangan-pandangan tersebut kemudian ditarik kesimpulkan bahwa marah adalah gejolak emosi yang diungkapkan dengan perbuatan atau ekspresi untuk memperoleh kepuasan.
Jadi saudara-saudara....kalau boleh saya sedikit menghubung-hubungkan dari pendapat-pendapat, kepuasanlah yang menjadi salah satu pemicu dari timbul atau tidaknya amarah tersebut dan amarah juga terjadi dari sebagai kelanjutan dari hukum sebab-akibat. Kembali lagi ke Law of Attraction :)
Kalau kita pikir, terkadang kita emosi dan marah terhadap orang lain yang sampai membuat kita tidak nyaman sendiri. "Sudah marah energipun abis...g ada untungnya pula sama awak..ya kan" begitulah kalau orang Medan yang bilang hehehe
Yuk kita renungkan sama-sama..... Kita bisa marah karena apa? kenapa orang lain kok bisa membuat kita sampai pada tahapan itu? Apakah karena mereka benci atau jahat kepada kita (seperti di sinetron-sinetron Indonesia)?
Secara sederhana, menurut saya kita bisa marah karena kita MAU, kalau kita gak mau kan g marah. Betul gak mas bro dan mba sis? Kita lah yang memberikan IZIN kepada amarah untuk bisa masuk kedalam diri kita dan terkadang kita menyerahkan kontrol tubuh kita juga, lalu bisakah kita sepenuhnya menyalahkan orang lain karena membuat kita marah?
Jangan mau marah, jangan kasih kesempatan marah untuk bisa masuk ke dalam diri kita. Kita selalu mempunyai pilihan dan punya kendali atas apa yang kita mau kan?
Nah...yang satu lagi..dari bermiliar-miliar orang di dunia ini, kenapa kita bisa galau, marah, gusar hanya karena beberapa orang saja dan kita menginzinkan mereka untuk merusak hari kita.
Jadi yuk kita berpikir positif aja yang mau marah-marah biarin aja dan kita hadapin dengan senyuman....Initinya tanpa amarah itu lebih enak utk badan kita dan g nyakitin hati sendiri hehehehe
 
free our mind, body and soul from the anger and connect to the beauty of the universe :)
mari RAMAH-RAMAH, jangan MARAH-MARAH :)
 
Riza Gadi 30/9/2015

Kamis, 24 September 2015

The power of words

Sore itu....aku berkunjung ke salah satu tempat sementara dimana para pengungsi menunggu kejelasan nasib mereka. Ada sebuah keluarga yang beberapa hari sebelumnya baru datang dan sore itu...Ali (nama samaran) sang kepala keluarga nampak sedang gelisah termenung d  ujung teras.

Kuarahkan langkahku kepadanya dan kami pun duduk bersebelahan.
"How are you Ali?" Tanyaku memulai percakapan.
"Good and not good" jawabnya dengan sedikit senyuman tertahan di bibirnya.
"Hows that can be?" Lanjutku menimpali.
"Its good that me and family are alive after what we have passed and its not good when you know that you are now waiting for something unsure, our ages are getting old day by day...and I always concern about my son's future" Ali berkata kepadaku dengan airmata yang menetes di matanya

Kami kemudian duduk dalam senyap selama beberapa saat..dan tak lama setelah itu sebuah pesawat lewat tepat diatas kami.

"Look at that plane Ali" seraya menunjuk pesawat itu aku berkata kepadanya.. "Couple minutes ago, those passangers were in the land and now....they are flying, they were looking at the sky like what we are doing now...and now the are looking downstair. Just that the world is round. Someday....you will be on that plane...and waving at me. Just keep smiling....keel productive..keep your faith of God and do it for your son" lanjutku.

Ali pun tersenyum seraya berkata :"Thanks mr.Riza....you are right".

"Hey Ali.....dont forget...Good things happen to good people" candaku seraya menepuk bahunya dan melangkah ke mobil untuk bergegas kembali ke kantor.

Dan......waktupun berlalu...hari demi hari berjalan yang membuat aku pun semakin sibuk dan hanya bisa bertemu dengannya sekali atau 2 kali dalam sebulan. Ali pun menjadi sosok yang aktif membantu teman seperjuangannya dengan tulus, ditambah lagi Ali adalah 1 dari sedikit orang di penampungan itu yang fasih berbahasa inggris.

Hampir 2 tahun tak terasa begitu cepatnya, sebatang bibit tanaman yang awalnya tertancap layu di taman itupun telah menjadi batang yang kokoh. Begitu pula dengan Ali yang hari demi hari menjadikannya sosok yang diandalkan oleh teman-temannya.

Saat yang dinantipun tiba, semua proses yang telah dijalani Ali menghantarkan ke penghujung penantiannya. Yups.....sebuah negara telah menerimanya dan akan segera memberangkatkannya. Dengan sukacita aku pun bergegas untuk memberitahukan kabar gembira ini kepadanya dan hari itu adalah hari yang paling membahagiakannya selama masa penantiannya.

Di hari yang telah ditentukan, ia pun telah bersiap diri...baju baru yang telah lama dipersiapkannya yang dibelinya dari simpanan sisa uang makannya telah rapi tertata di meja itu menunggu untuk dikenakan beberapa jam lagi demi menyambut hidup baru d negeri jiran yang telah menerimanya itu.

Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku dan berkata :"Thanks brother for all of your time and kindness...do you still remember what you told me 2 years ago in front of our place?" Ali berkata dengan senyuman yang sangaaaaat menandakan kebahagiaannya.

Aku pun menjawab dengan gaya kebingungan :"what was that? Sorry I am getting old now"

Dengan senyuman dia berkata "Remember, at the first week i arrived in here, I was stressed...depressed...and that afternoon you came and told me about the plane up there. You gave me hope that someday I will be in that plane and will take me to my new life. You know....I always remember that words...and everytime I down back to the stage with many burdens in my shoulder...I just went out the room and looking to the sky. When the plane was crossed on me, I got my strength back since I believe that someday I will be there."

Aku pun terdiam dan memanggil kembali ingatanku tentang kata-katanya.akhirnya aku pun berkata: "yea..I remember that..i surprised that you still remember it"

"It was not just a words, it was make me stronger day by day...and I would like to thank you for that." Kata  Ali seraya menjabat tanganku erat dan memeluk.

Setelah pertemuan perpisahan itu, akupun kembali rutinas kerja akan tetapi apa yang baru saja ku alami masih segar dalam ingatanku. Jujur...aku tidak menyangka....hanya sebuah perkataan simpel yang telah aku katakan menjadi penyemangat seseorang dan berarti banyak dalam kehidupannya. Bahagia terasa dalam hati ketika akhirnya aku bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang.

Selamat dengan dengan kehidupan barumu Ali...semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu bersamamu.

"You may think that it just a words, but sometime its means more than what you have imagine to someone else"
Riza Gadi, Medan 24 sept 2015

Rabu, 23 September 2015

Sabar khalas VS simple smile

"Kita tidak bisa memuaskan semua orang" tiba-tiba ku teringat kata seorang motivator di TV sambil menghela nafas ini.....alhamdulillah...satu lagi hari telah terlewati dengan indahnya.

Bekerja di organisasi kemanusiaan menuntutku untuk lebih bersabar dan bersabar, karena kita berhubungan dengan makhluk hidup yg memiliki emosi dan memiliki pandangan masing2 tentang yg dihadapinya. Sebagai manusia kadang naik juga darah anak mudanya ke ubun2 heheheh...masa iya udah dibantuin dan hasilnya g sesuai yg dia mau...ehh...malah marah2 dan bilang nanti di akhirat mau memuntut hak2nya :(

Manusia-manusia....ingin di manusiakan tetapi tidak memperhatikan perlakuannya terhadap manusia lain secara manusiawi atau tidak.

Tapi...bukan cerita itu inti dari indahnya hati ini....akan tetapi senyuman seorang anak pengungsi yang dengan riangnya bermain meski dengan sebatang ranting :) senyuman dan tawa riang si anak telah mengobati rasa penat di hati. Belajar dari anak itu...ternyata...Happy is simple form, just smile and look at the mirror....meskipun kita sedang dalam emosi tingkat dewa kalau kita lihat wajah kita sendiri sedang emosi d cermin pasti kaget heheheh...dan cobain...paksain deh untuk tersenyum...dijamin pasti setelah itu akan mereda emosinya ;)

With smile...I am ready for further exciting experinces with those people in needs....dan tak lama setelah itu para pengungsi dewasa mendatangiku dengan kata2 : "sabar khalas ya achmad" "its been 1 year and 9 months......its been 2 years....its been a long time and I am sure that my documents is lost some where"
Aku jadi teringat seorang officer dari organisasi tetangga yang bilang kalo sabar bisa khalas...berarti blom sabar namanya...sabar itu tanpa batas hehehe..... Dan kusampaikanlah that magic words and taaa......taaa....... Mereka langsung balik badan dan pergi hahhahhaha

Honestlty....I feel sorry for them.its like fasting....but you dont know when the breakfasting time..and you only being told to Sabar. For the first 2-5 hours they will handle it easily...and the next hours will be doubting time for them to go through or to cancel their fast.
Hope they will always lifting their faith to keep fasting and waiting the breakfasting time with Sabar

Just if I could help more, i will help more...but believe me...those who are fasting will be having their breakfasting

Eid mubarak, Medan 23 sept 15