Kamis, 03 Desember 2015

Bang Anto si tukang tambal ban

Hari ini adalah salah satu hari dengan seabrek pekerjaan yang menunggu giliranya untuk diselesaikan. Mulai dari berkoordinasi dengan instansi pemerintah sampai dengan data base yg harus di selesaikan dengan segera. Hari padat pada awal bulan terakhir di penghujung tahun.

Akhirnya, jam kantor pun sudah menunjukkan waktu untuk segera berpamitan dengan komputer yang semenjak siang sudah capek ane pencetin semua keyboardnya :) (untung keyboardnya g bisa teriak...hihihi). Jam 18.13 ku sudahin penatku dan ku arahkan kuda beroda 2 ku ke tempatku melepas penat alias gym. Setelah 3 jam berjibaku dengan alat2 disana guna membakar sedikit lemak yang membandel ini, aku pun akhirnya mengakhirinya dan menuju pulang. Ternyata, Allah berencana lain, rodaku pun bocor dan aku harus berjalan mencari tukang tambal ban. Di tengah kepadatan kota yg mulai hilang ditelan malam, nampak dikejauhan ada seorang muda yg membuka jasa yg kucari. Alhamdulillah, puji ku dalam hati, akhirnya masih ada tambal ban yang buka. Ada 1 motor disana yang mengalami nasib yg sama denganku dan kami pun mulai pembicaraan. Abang itu dlm perjalanannya utk kerja shift malam dan beliau nampak santai menunggu bang Anto menyelesaikan pekerjaannya. "Baru pulang kerja ya bang" tanya abang itu. "Iya bang, pas pula ban bocor ya kan bang' jawabku dengan logat medan yg akhirnya sudah mulai trbiasa di lidah hehehe. " Amannya itu bang, bisa langsung istirahat nanti. Ini awak baru mau kerja shift malam bang. Alhamdulillah cuma ban aja yg bocor, bukan kepala awak ya kan" timpal abang itu seraya tersenyum.

Subhanallah, perkataan abang itu spontan membuatku terasenyum dan mengagumi cara berpikirnya yang simpel dan mensyukuri apapun yang terjadi padanya.

Tiba waktunya bang Anto memperbaiki motor saya. " bang cobaa tengok ini ada 4 bocor lama dan akan menjadi 5 dengan yg bocor barusan. Tunggu ya bang, biar iita tambal" kata bang Anto. "Mending ganti baru apa tambal bang?" Tanyaku. 'Macam mana awak mau bilangnya bang, kalo abang sur ganti baru ban dalamnya kita ganti bisa. Ada kok stocknya" jawab Anto. Akhirnya kami sepakat dengan ganti baru untuk mempercepat dan keamanan kedepannya dari kebocran dlm waktu dekat.

Kami pun terlibat dalam pembicaraan santai tapi sangat bermakna bagi seorang anak manusia ini. "Sampai jam brapa buka bang? Tanyaku. " Kalau malam gini sampai jam 12 malamam, saya nunggu semua pekerja2 d mall itu (hermes palace mall) pulang. Kasian kl saya sudah tutup ntar yang kemalangan g bisa pulang." Jelas anto."saya jam 6 pagi sudah buka bang, jaga2 kalo ada anak sekolah yang butuh, kesian kan mereka mau menuntut ilmu. Dan bapak2 yg mau bekerja, harus dipertikan juga. Kasian mereka sedang akan cari makan anak istriya. Ya sedikit banyak saya bisa beramalkan sedekah waktu saya dan mancari berkahnya rezeki d waktu pagi" ujar anto sambil memasang ban motorku. "Saya ini merantau dari Sibolga(+- 8 jam dari medan), dan puji tuhan rejeki ada aja, bahkan saya g harus ngontrak, tapi dpt tempat tdr dr pemilik toko d sebelah saya ini sekalian jagain tokonya" tambah Anto.

Masya Allah.....pelajaran yang berharga malam ini yg kudapat. Seorang penambal ban muda yang sangat ikhlas dalam pekerjaanya. Anto tidak hanya mencari rezeki, tapi ingin berbuat dengan apa yang dia bisa untuk membantu orang.

Niat baik untuk membantu orang adalah magnet rezeki. Ketika kita berbuat sesuatu bukan hanya untuk mementingkan diri kita sendiri, maka jalan rezeki Allah akan senantiasa hadir tidak terduga.

Terima kasih wahai Tuhanku yang maha segala-galanya atas ban bocor yang terjadi malam ini, alhamdulillah malam ini KAU berikan nikmatMU utk bertemu dengan salah satu hambaMU yang special bernama Anto.

Thanks pak Anto untuk inspirasi malamnya ;) semoga anda sukses selalu dan diberkahain dalam setiap langkah-langkahmu.

Tidak ada komentar: