Kamis, 02 November 2017

374 purnama

Seiring hari berganti hari...bulan berganti bulan...tahun berganti tahun...tak terasa jam pasir kehidupan telah membawaku ke usia ini. Usia dimana perlahan semua akan menurun setelah mencapai puncaknya.

Refleksi diri menjadi renungan anak rantau ini hari demi harinya. "Apa yang telah aku perbuat utk bangsa dan umat ini? Kontribusi apa yg telah kuberikan walau hanya setetes embun d hamparan kabut pagi. "Sebaik-baik orang adalah yg bermanfaat untuk org lain" -hadits-. Sudahkah aku menjadi org yg baik diantara yg terbaik dan bermanfaat untuk sekitarku, ataukah aku belum begitu berarti bagi sekitarku?

Nalar kedewasan dalam berfikir, santun beretorika dalam berucap, senyum keikhlasan dalam berbagi, semua itu sudah saatnya menjadi tujuan untuk menjadi makhluk yg merindukan surga dan dirindukan oleh surga.

Umur yang semakin bertambah menuju kembali pulang seakan selalu berdenting mengingatkan akan waktu pulang itu. Nafas adalah waktu yg tak bisa kita tarik kembali, sekali ia terhembus maka ia tak kan kembali.

20 Dec 2017, dini hari pukul 3.30 pagi....aku terbangun dari tidurku. Handphone yg terletak tak jauh dalam jangkauan kuraih dan kubaca beberapa pesan dari seorang sahabat. Ia pun berkisah akan kesulitan yang ia lalui saat ini. Terbesit dalam penatku setelah melalui hari yang cukup membuatku terjaga walau mata ingin terlelap, ternyata kepenatan ini belum seberapa dengan apa yang dialaminya. Keyakinannya dalam melebur besi penghalang kebahagiannya membuatku mengangkat tinggi topi kebanggaan menjadi saksi perjalanan kisah itu. Setiap orang mendapatkan kisah nya sendiri....yang dengannya pena kehidupan akan membentuk karakter orang tersebut dengan guratan-guratanya. Terima kasih kawan...ceritamu membangkitkan semangat baru...semangat pantang menyerah..semangat berserah diri...dan semangat kembali menuju fitri.

Masalah....kesulitan....cobaan..... pasti akan menghampiri semua anak manusia...bagaimana orang tersebut menghadapinya akan sangat bergantung dengan keyakinannya akan kasih sang Khaliq. Banyak orang sering berkata :" wahai Tuhan...masalahku besar sekali". Akan tetapi seorang hamba yang berserah akan berkata :" wahai masalah...Tuhanku maha besar". Kecilkan masalahmu dan besarkan lah anugrah Tuhan....niscaya masalah itu akan nampak kecil dan akan terasa mudah kita lalui.

35 hari lahir kembali telah kulalui...374 purnama telah kulalui....perlahan apa yang telah tertanam mulai tertuai..segala kekhilafan menjadi kaca refleksi diri dalam menerjang ombak kehidupan. Segala kisah baik dan buruknya menjadi saksi bisu dalam lukisan indah galery jiwa...dimana ia terpampang rapi merefleksi diri.

Lalu.....ku bertanya pada diri...siapkah engkau wahai diri? Sudah kah kau menjadi sosok yang dirindukan dan merindukan surga? Ketika esok tak akan pernah datang....akankah kau menjadi makhluk yang berbahagia...atau malah kau terpuruk dalam ketakutan?

Sungguh...hanyalah kerinduan qalbu kepada kekasih hati nabi pembawa rahmat semesta yang senantiasa membuat hati ini kembali merindukan surga...karena disanalah jiwa ini bisa bertemu kekasihnya. Sungguh...suatu keanehan, mata belum melihat cahanyanya.. telinga belum mendengar lembut tutur sapanya...tetapi hati mencinta laksana beliau hadir selalu dalam setiap pandangan mata.

Sepanjang hidup...ku tak pernah percaya apa itu yang dinamakan Cinta....tapi perlahan....ku mengenal apa itu cinta yang tak bersyarat dari cahaya Cintamu wahai Rosulullah...

Ya Habiballah....kami merindu syafaatmu...karena kami merindu tuk bersama dirimu

-khadimul musthofa-