Rabu, 30 September 2015

Siapa anda bisa membuat saya marah!!!!

Marah....suatu kondisi yang sering datang secara tiba-tiba dan susah kali disiruh perginya :) kalau pakai ilmu panggil jelangkung namanya "Datang Tak Diundang, Pergi Tak Diantar" :)

Kali ini saya akan sedikit berbincang tentang emosi bin marah. Kalo kita lihat dari perspektif ilmu psikologi, ada beberapa pendapat tentang marah. Ada yang bilang kalo si marah yaitu perubahan dalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan gemuruh di dalam dada, yang akhinya didefinisikan: kemarahan yang teramat sangat.
 
Ada juga yang berpendapat kalo marah itu adalah reaksi emosional yang akut ditimbulkan oleh sejumlah situasi yang merangsang. 
Pakar yang lain bilang kalo marah adalah perbuatan yang terjadi pada waktu mendidihnya darah di dalam hati ( Pake kompor Quantum apa Hock neh ya hihihi )  untuk memperoleh kepuasan apa yang terdapat di dalam dada.
Nah ada juga yang berpendapat kalau marah adalah emosi alamiah yang akan timbul manakala pemuasan salah satu motif dasar mengalami kendala yang kemudian akan membuatnya akan marah, berontak, dan melawan kendala tersebut.
Yang terakhir, marah adalah suatu luapan emosi yang meledak-ledak dari dalam diri yang dilampiaskan menjadi suatu perbuatan untuk membalas kepada orang yang menyebabkan marah. Ada kaitannya sama teori sebab akibat neh
Dari pandangan-pandangan tersebut kemudian ditarik kesimpulkan bahwa marah adalah gejolak emosi yang diungkapkan dengan perbuatan atau ekspresi untuk memperoleh kepuasan.
Jadi saudara-saudara....kalau boleh saya sedikit menghubung-hubungkan dari pendapat-pendapat, kepuasanlah yang menjadi salah satu pemicu dari timbul atau tidaknya amarah tersebut dan amarah juga terjadi dari sebagai kelanjutan dari hukum sebab-akibat. Kembali lagi ke Law of Attraction :)
Kalau kita pikir, terkadang kita emosi dan marah terhadap orang lain yang sampai membuat kita tidak nyaman sendiri. "Sudah marah energipun abis...g ada untungnya pula sama awak..ya kan" begitulah kalau orang Medan yang bilang hehehe
Yuk kita renungkan sama-sama..... Kita bisa marah karena apa? kenapa orang lain kok bisa membuat kita sampai pada tahapan itu? Apakah karena mereka benci atau jahat kepada kita (seperti di sinetron-sinetron Indonesia)?
Secara sederhana, menurut saya kita bisa marah karena kita MAU, kalau kita gak mau kan g marah. Betul gak mas bro dan mba sis? Kita lah yang memberikan IZIN kepada amarah untuk bisa masuk kedalam diri kita dan terkadang kita menyerahkan kontrol tubuh kita juga, lalu bisakah kita sepenuhnya menyalahkan orang lain karena membuat kita marah?
Jangan mau marah, jangan kasih kesempatan marah untuk bisa masuk ke dalam diri kita. Kita selalu mempunyai pilihan dan punya kendali atas apa yang kita mau kan?
Nah...yang satu lagi..dari bermiliar-miliar orang di dunia ini, kenapa kita bisa galau, marah, gusar hanya karena beberapa orang saja dan kita menginzinkan mereka untuk merusak hari kita.
Jadi yuk kita berpikir positif aja yang mau marah-marah biarin aja dan kita hadapin dengan senyuman....Initinya tanpa amarah itu lebih enak utk badan kita dan g nyakitin hati sendiri hehehehe
 
free our mind, body and soul from the anger and connect to the beauty of the universe :)
mari RAMAH-RAMAH, jangan MARAH-MARAH :)
 
Riza Gadi 30/9/2015

Kamis, 24 September 2015

The power of words

Sore itu....aku berkunjung ke salah satu tempat sementara dimana para pengungsi menunggu kejelasan nasib mereka. Ada sebuah keluarga yang beberapa hari sebelumnya baru datang dan sore itu...Ali (nama samaran) sang kepala keluarga nampak sedang gelisah termenung d  ujung teras.

Kuarahkan langkahku kepadanya dan kami pun duduk bersebelahan.
"How are you Ali?" Tanyaku memulai percakapan.
"Good and not good" jawabnya dengan sedikit senyuman tertahan di bibirnya.
"Hows that can be?" Lanjutku menimpali.
"Its good that me and family are alive after what we have passed and its not good when you know that you are now waiting for something unsure, our ages are getting old day by day...and I always concern about my son's future" Ali berkata kepadaku dengan airmata yang menetes di matanya

Kami kemudian duduk dalam senyap selama beberapa saat..dan tak lama setelah itu sebuah pesawat lewat tepat diatas kami.

"Look at that plane Ali" seraya menunjuk pesawat itu aku berkata kepadanya.. "Couple minutes ago, those passangers were in the land and now....they are flying, they were looking at the sky like what we are doing now...and now the are looking downstair. Just that the world is round. Someday....you will be on that plane...and waving at me. Just keep smiling....keel productive..keep your faith of God and do it for your son" lanjutku.

Ali pun tersenyum seraya berkata :"Thanks mr.Riza....you are right".

"Hey Ali.....dont forget...Good things happen to good people" candaku seraya menepuk bahunya dan melangkah ke mobil untuk bergegas kembali ke kantor.

Dan......waktupun berlalu...hari demi hari berjalan yang membuat aku pun semakin sibuk dan hanya bisa bertemu dengannya sekali atau 2 kali dalam sebulan. Ali pun menjadi sosok yang aktif membantu teman seperjuangannya dengan tulus, ditambah lagi Ali adalah 1 dari sedikit orang di penampungan itu yang fasih berbahasa inggris.

Hampir 2 tahun tak terasa begitu cepatnya, sebatang bibit tanaman yang awalnya tertancap layu di taman itupun telah menjadi batang yang kokoh. Begitu pula dengan Ali yang hari demi hari menjadikannya sosok yang diandalkan oleh teman-temannya.

Saat yang dinantipun tiba, semua proses yang telah dijalani Ali menghantarkan ke penghujung penantiannya. Yups.....sebuah negara telah menerimanya dan akan segera memberangkatkannya. Dengan sukacita aku pun bergegas untuk memberitahukan kabar gembira ini kepadanya dan hari itu adalah hari yang paling membahagiakannya selama masa penantiannya.

Di hari yang telah ditentukan, ia pun telah bersiap diri...baju baru yang telah lama dipersiapkannya yang dibelinya dari simpanan sisa uang makannya telah rapi tertata di meja itu menunggu untuk dikenakan beberapa jam lagi demi menyambut hidup baru d negeri jiran yang telah menerimanya itu.

Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku dan berkata :"Thanks brother for all of your time and kindness...do you still remember what you told me 2 years ago in front of our place?" Ali berkata dengan senyuman yang sangaaaaat menandakan kebahagiaannya.

Aku pun menjawab dengan gaya kebingungan :"what was that? Sorry I am getting old now"

Dengan senyuman dia berkata "Remember, at the first week i arrived in here, I was stressed...depressed...and that afternoon you came and told me about the plane up there. You gave me hope that someday I will be in that plane and will take me to my new life. You know....I always remember that words...and everytime I down back to the stage with many burdens in my shoulder...I just went out the room and looking to the sky. When the plane was crossed on me, I got my strength back since I believe that someday I will be there."

Aku pun terdiam dan memanggil kembali ingatanku tentang kata-katanya.akhirnya aku pun berkata: "yea..I remember that..i surprised that you still remember it"

"It was not just a words, it was make me stronger day by day...and I would like to thank you for that." Kata  Ali seraya menjabat tanganku erat dan memeluk.

Setelah pertemuan perpisahan itu, akupun kembali rutinas kerja akan tetapi apa yang baru saja ku alami masih segar dalam ingatanku. Jujur...aku tidak menyangka....hanya sebuah perkataan simpel yang telah aku katakan menjadi penyemangat seseorang dan berarti banyak dalam kehidupannya. Bahagia terasa dalam hati ketika akhirnya aku bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang.

Selamat dengan dengan kehidupan barumu Ali...semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu bersamamu.

"You may think that it just a words, but sometime its means more than what you have imagine to someone else"
Riza Gadi, Medan 24 sept 2015

Rabu, 23 September 2015

Sabar khalas VS simple smile

"Kita tidak bisa memuaskan semua orang" tiba-tiba ku teringat kata seorang motivator di TV sambil menghela nafas ini.....alhamdulillah...satu lagi hari telah terlewati dengan indahnya.

Bekerja di organisasi kemanusiaan menuntutku untuk lebih bersabar dan bersabar, karena kita berhubungan dengan makhluk hidup yg memiliki emosi dan memiliki pandangan masing2 tentang yg dihadapinya. Sebagai manusia kadang naik juga darah anak mudanya ke ubun2 heheheh...masa iya udah dibantuin dan hasilnya g sesuai yg dia mau...ehh...malah marah2 dan bilang nanti di akhirat mau memuntut hak2nya :(

Manusia-manusia....ingin di manusiakan tetapi tidak memperhatikan perlakuannya terhadap manusia lain secara manusiawi atau tidak.

Tapi...bukan cerita itu inti dari indahnya hati ini....akan tetapi senyuman seorang anak pengungsi yang dengan riangnya bermain meski dengan sebatang ranting :) senyuman dan tawa riang si anak telah mengobati rasa penat di hati. Belajar dari anak itu...ternyata...Happy is simple form, just smile and look at the mirror....meskipun kita sedang dalam emosi tingkat dewa kalau kita lihat wajah kita sendiri sedang emosi d cermin pasti kaget heheheh...dan cobain...paksain deh untuk tersenyum...dijamin pasti setelah itu akan mereda emosinya ;)

With smile...I am ready for further exciting experinces with those people in needs....dan tak lama setelah itu para pengungsi dewasa mendatangiku dengan kata2 : "sabar khalas ya achmad" "its been 1 year and 9 months......its been 2 years....its been a long time and I am sure that my documents is lost some where"
Aku jadi teringat seorang officer dari organisasi tetangga yang bilang kalo sabar bisa khalas...berarti blom sabar namanya...sabar itu tanpa batas hehehe..... Dan kusampaikanlah that magic words and taaa......taaa....... Mereka langsung balik badan dan pergi hahhahhaha

Honestlty....I feel sorry for them.its like fasting....but you dont know when the breakfasting time..and you only being told to Sabar. For the first 2-5 hours they will handle it easily...and the next hours will be doubting time for them to go through or to cancel their fast.
Hope they will always lifting their faith to keep fasting and waiting the breakfasting time with Sabar

Just if I could help more, i will help more...but believe me...those who are fasting will be having their breakfasting

Eid mubarak, Medan 23 sept 15

Selasa, 22 September 2015

Pelajaran berharga dari Pak Maman

Bandung.....kota dengan seribu kenangan yang selalu membekas di hati. Di kota kembang itulah anak muda yang baru mulai mengenal dunia dari perantauannya menapaki tangga demi tangga pengalaman dalam hidupnya.

Perjalananku kembali ke Bandung kali ini sangat berkesan, dimulai dari goyangan patah-patah sebelum landing di bandara Jakarta, supir taxi yang ternyata orang rantau dari semarang yang mencari rezeki di Ibu kota, security hotel yang sangat ramah sampai ke sebuah pembelajaran yang sangat berharga dalam perjalananku pulang dari kota kembang itu.

Tenang guys, kali ini ane g akan cerita soal bandungnya tapi anak mudanya akan sedikit berbagi tentang seorang tua yang bijak dan fungky bernama Pak Maman.

Citilink Bandung-Medan pada hari kepulanganku di delay selama 1 jam dan saya bersyukur se-syukur2nya :) kenapa? karena pesawat seharusnya berangkat pada pukul 15.05 dan saya baru sampe bandara jam 14.50 hahaha...(Thanks buat temans yang sudah memaksa menyantap dulu sate kambing super nikmat di warung sate pak gino pada jam 14.15 sedangkan jarak ke airport masih 20 menit lagi dan dengan tenangnya dia berkata ;"Tenang...masih keburu kok")

Tibalah waktunya boarding, ketika masuk ke dalam pesawat ada seorang ibu-ibu yang meminta tukar nomor kursi karena di kepingin di lorong, aku pun meng-iyakannya dan duduk di tengah antara 2 penumpang lainya. disebelah kiriku adalah seorang tua dengan peci lama dan jaket coklatnya yang semakin menambah kesan tua :) Saat take off pun tiba dan kami melayang di udara yang penuh dengan getaran mendebarkan dan goyangan menantang yang di persembahkan oleh sang awan, tak terasa peganganku ke kursi semakin kuat dan pak Maman menyadari itu. "Tenang, cuma awan kok" kata pak Maman dengan tenangnya padahal penumpang lain sudah ada yang menjerit :)

Pak Maman (PM) : ''Dari mana nak?"
Riza (R) : "Asli Solo, kerja di Medan dan abis berkunjung ke Bandung Pak. Och ya nama saya Riza"
PM : "Saya Maman asli Medan tetapi baru dari lombok untuk mengunjungi anak saya "
..................dan perbincangan kecil awal perkenalan pun berlanjut........................

Guncangan demi guncangan menjadi pengantar percakapan kami menjadi lebih dalam dan dalam lagi sampai akhirnya Pak Maman pun menceritakan pengalamannya di waktu muda yang sangat menarik.
"Saya ini bandel waktu muda, mabok..judi..obat2an dan yang lain pun semua udah pernah ku coba ...untuk aja umur saya panjang sampai 67 tahun saat ini, jadi saya di beri waktu untuk bertobat. Tuhan sayang banget sama saya. Untung saya g mati pas judi dan mabok ya" ujar pak Maman dengan senyuman khasnya yang sampai saat ini masih kuingat.

Pengalaman mudanya dari dunia abu-abu, hitam sampai ke pergulatannya menuju ke kehidupan yang membuatnya lebih tenang menjadikan pelajaran bagiku. PM berkata :"Masih muda mau bandel ya silahkan, tapi jangan duain Tuhan dan jangan lupa tetep berharap dan berpikiran positif dengan Allah, dan satu lagi jangan pergi ke dukun." PM menasehati sembari tertawa renyah.

Tiba-tiba PM menyeletuk,: "Ane neh udah duda 7 tahun, pengen nikah lagi rasanya". Dengan tersenyum saya pun menganjurkan untuk menyegerakan niatnya. PM berkata :"Saya butuh temen di hari tua saya, neh saya kasih tau caranya gimana cari jodoh di hari tua. cari yang usia-usia 50 trus kita rayu, bukain deh warung atau rumah makan sederhana tapi kita yang modalin. Nah...abis itu dia yg kelola buat kesibukan dia. Dia ada usaha yang atas nama dia dan saya pun untung dapat bini hahahaha" , "Urusan uang belanja pun amannya itu, kan buka warung jadi bisa makan dari warung. saya tidak pusing ngurusin uang belanja lagi. Anak muda sekarang pasti g sampe mikir yg beginian kan?" PM tertawa yang selanjutnya saya pun ikut tertawa geli.

"Tau g, dulu waktu muda saya pernah ke saudi, ada arab gila yang nantangin saya minum baygon dan saya dikasih 5000 riyal. Rejeki kan pantang ditolak ye...ya saya minum baygonnya..geleng2 kepala tuh arab hahaha.....abis itu saya langsung ambil uangnya dan ke rumah sakit....saya bilang ke dokternya saya minum baygon g sengaja dan minta di sedot..keluar lagi deh tuh baygon meski agak mules2 dikit dan pening, tapi saya untung 4800 riyal karena bayar rumah sakitnya cuma 200 riyal " Pak maman dengan riangnya menceritakan pengalaman masa mudanya.

Tersirat di mata PM kerinduan akan tawanya di masa mudanya, kebahagiaan dimana dia merantau keliling eropa dengan menyelundup di mobil pos dan keberaniaanya mengarungi kehidupan dengan positive thinking. Dan yang paling INDAH tentang bertemu PM adalah, dia tau kapan untuk membuat orang tertawa dan terhibur disela-sela cuaca buruk dalam penerbangan itu. dia adalah orang special yang dikirimkan Allah pada hari itu untuk menjadi penenang hati. Pada akhir kalimat, PM mengatakan bahwa kenakalan waktu mudanya sudahlah cukup baginya dan dia ingin menjalani hari tuanya dengan tenang. "Inget nak, tetep pikiran positif akan semuanya dan jangan ragu hadapin kehidupan"

Perjalanan 2 Jam itu telah memberikannya banyak sekali kisah dan pengalaman yang menginspirasi anak rantau di kota Medan ini untuk mensyukuri hidup dan selalu bersikap positive.

Semua sudah ada yg mengatur, dan semua pasti ada baiknya...meskipun sempat deg2an juga takut telat jadwal penerbangan pulang akan tetapi Sang Tercinta punya rencana yang lebih manis untukku. Semesta yang pintar telah mengatur untuk sepiring sate kambing nikmat yang memang sudah menjadi rejekiku dan teman perjalanan yang sangat menginspirasi dan membuat penerbangan itu menjadi menyenangkan. Bukan tanpa sebab semesta mengirim Pak Maman yang duduk disebelah ku.....dan itu adalah simfoni semesta yang memainkan nada-nada indahnya untuk ku.

Terima kasih ya Allah, getaran semestaMU telah mengirim Pak Maman kedalam hidupku yang dengan ikhlas dan ringannya membagikan kisah hidupnya......

Teima kasih Pak Maman, semoga anda cepat mendapatkan jodoh hehehe



Rizagadi, Medan-22/09/2015