Marah....suatu kondisi yang sering datang secara tiba-tiba dan susah kali disiruh perginya :) kalau pakai ilmu panggil jelangkung namanya "Datang Tak Diundang, Pergi Tak Diantar" :)
Kali ini saya akan sedikit berbincang tentang emosi bin marah. Kalo kita lihat dari perspektif ilmu psikologi, ada beberapa pendapat tentang marah. Ada yang bilang kalo si marah yaitu perubahan dalam
diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi
menghilangkan gemuruh di dalam dada, yang akhinya
didefinisikan: kemarahan yang teramat sangat.
Ada juga yang berpendapat kalo marah itu adalah reaksi emosional yang akut
ditimbulkan oleh sejumlah situasi yang merangsang.
Pakar yang lain bilang kalo marah
adalah perbuatan yang terjadi pada waktu mendidihnya darah di dalam
hati ( Pake kompor Quantum apa Hock neh ya hihihi ) untuk memperoleh kepuasan apa yang terdapat di dalam dada.
Nah ada juga yang berpendapat kalau marah adalah emosi alamiah yang akan
timbul manakala pemuasan salah satu motif dasar mengalami kendala yang kemudian akan membuatnya
akan marah, berontak, dan melawan kendala tersebut.
Yang terakhir, marah adalah suatu luapan emosi yang
meledak-ledak dari dalam diri yang dilampiaskan menjadi suatu perbuatan
untuk membalas kepada orang yang menyebabkan marah. Ada kaitannya sama teori sebab akibat neh
Dari pandangan-pandangan tersebut kemudian ditarik kesimpulkan bahwa marah adalah
gejolak emosi yang diungkapkan dengan perbuatan atau ekspresi untuk
memperoleh kepuasan.
Jadi saudara-saudara....kalau boleh saya sedikit menghubung-hubungkan dari pendapat-pendapat, kepuasanlah yang menjadi salah satu pemicu dari timbul atau tidaknya amarah tersebut dan amarah juga terjadi dari sebagai kelanjutan dari hukum sebab-akibat. Kembali lagi ke Law of Attraction :)
Kalau kita pikir, terkadang kita emosi dan marah terhadap orang lain yang sampai membuat kita tidak nyaman sendiri. "Sudah marah energipun abis...g ada untungnya pula sama awak..ya kan" begitulah kalau orang Medan yang bilang hehehe
Yuk kita renungkan sama-sama..... Kita bisa marah karena apa? kenapa orang lain kok bisa membuat kita sampai pada tahapan itu? Apakah karena mereka benci atau jahat kepada kita (seperti di sinetron-sinetron Indonesia)?
Secara sederhana, menurut saya kita bisa marah karena kita MAU, kalau kita gak mau kan g marah. Betul gak mas bro dan mba sis? Kita lah yang memberikan IZIN kepada amarah untuk bisa masuk kedalam diri kita dan terkadang kita menyerahkan kontrol tubuh kita juga, lalu bisakah kita sepenuhnya menyalahkan orang lain karena membuat kita marah?
Jangan mau marah, jangan kasih kesempatan marah untuk bisa masuk ke dalam diri kita. Kita selalu mempunyai pilihan dan punya kendali atas apa yang kita mau kan?
Nah...yang satu lagi..dari bermiliar-miliar orang di dunia ini, kenapa kita bisa galau, marah, gusar hanya karena beberapa orang saja dan kita menginzinkan mereka untuk merusak hari kita.
Jadi yuk kita berpikir positif aja yang mau marah-marah biarin aja dan kita hadapin dengan senyuman....Initinya tanpa amarah itu lebih enak utk badan kita dan g nyakitin hati sendiri hehehehe
free our mind, body and soul from the anger and connect to the beauty of the universe :)
mari RAMAH-RAMAH, jangan MARAH-MARAH :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar