Bandung.....kota dengan seribu kenangan yang selalu membekas di hati. Di kota kembang itulah anak muda yang baru mulai mengenal dunia dari perantauannya menapaki tangga demi tangga pengalaman dalam hidupnya.
Perjalananku kembali ke Bandung kali ini sangat berkesan, dimulai dari goyangan patah-patah sebelum landing di bandara Jakarta, supir taxi yang ternyata orang rantau dari semarang yang mencari rezeki di Ibu kota, security hotel yang sangat ramah sampai ke sebuah pembelajaran yang sangat berharga dalam perjalananku pulang dari kota kembang itu.
Tenang guys, kali ini ane g akan cerita soal bandungnya tapi anak mudanya akan sedikit berbagi tentang seorang tua yang bijak dan fungky bernama Pak Maman.
Citilink Bandung-Medan pada hari kepulanganku di delay selama 1 jam dan saya bersyukur se-syukur2nya :) kenapa? karena pesawat seharusnya berangkat pada pukul 15.05 dan saya baru sampe bandara jam 14.50 hahaha...(Thanks buat temans yang sudah memaksa menyantap dulu sate kambing super nikmat di warung sate pak gino pada jam 14.15 sedangkan jarak ke airport masih 20 menit lagi dan dengan tenangnya dia berkata ;"Tenang...masih keburu kok")
Tibalah waktunya boarding, ketika masuk ke dalam pesawat ada seorang ibu-ibu yang meminta tukar nomor kursi karena di kepingin di lorong, aku pun meng-iyakannya dan duduk di tengah antara 2 penumpang lainya. disebelah kiriku adalah seorang tua dengan peci lama dan jaket coklatnya yang semakin menambah kesan tua :) Saat take off pun tiba dan kami melayang di udara yang penuh dengan getaran mendebarkan dan goyangan menantang yang di persembahkan oleh sang awan, tak terasa peganganku ke kursi semakin kuat dan pak Maman menyadari itu. "Tenang, cuma awan kok" kata pak Maman dengan tenangnya padahal penumpang lain sudah ada yang menjerit :)
Pak Maman (PM) : ''Dari mana nak?"
Riza (R) : "Asli Solo, kerja di Medan dan abis berkunjung ke Bandung Pak. Och ya nama saya Riza"
PM : "Saya Maman asli Medan tetapi baru dari lombok untuk mengunjungi anak saya "
..................dan perbincangan kecil awal perkenalan pun berlanjut........................
Guncangan demi guncangan menjadi pengantar percakapan kami menjadi lebih dalam dan dalam lagi sampai akhirnya Pak Maman pun menceritakan pengalamannya di waktu muda yang sangat menarik.
"Saya ini bandel waktu muda, mabok..judi..obat2an dan yang lain pun semua udah pernah ku coba ...untuk aja umur saya panjang sampai 67 tahun saat ini, jadi saya di beri waktu untuk bertobat. Tuhan sayang banget sama saya. Untung saya g mati pas judi dan mabok ya" ujar pak Maman dengan senyuman khasnya yang sampai saat ini masih kuingat.
Pengalaman mudanya dari dunia abu-abu, hitam sampai ke pergulatannya menuju ke kehidupan yang membuatnya lebih tenang menjadikan pelajaran bagiku. PM berkata :"Masih muda mau bandel ya silahkan, tapi jangan duain Tuhan dan jangan lupa tetep berharap dan berpikiran positif dengan Allah, dan satu lagi jangan pergi ke dukun." PM menasehati sembari tertawa renyah.
Tiba-tiba PM menyeletuk,: "Ane neh udah duda 7 tahun, pengen nikah lagi rasanya". Dengan tersenyum saya pun menganjurkan untuk menyegerakan niatnya. PM berkata :"Saya butuh temen di hari tua saya, neh saya kasih tau caranya gimana cari jodoh di hari tua. cari yang usia-usia 50 trus kita rayu, bukain deh warung atau rumah makan sederhana tapi kita yang modalin. Nah...abis itu dia yg kelola buat kesibukan dia. Dia ada usaha yang atas nama dia dan saya pun untung dapat bini hahahaha" , "Urusan uang belanja pun amannya itu, kan buka warung jadi bisa makan dari warung. saya tidak pusing ngurusin uang belanja lagi. Anak muda sekarang pasti g sampe mikir yg beginian kan?" PM tertawa yang selanjutnya saya pun ikut tertawa geli.
"Tau g, dulu waktu muda saya pernah ke saudi, ada arab gila yang nantangin saya minum baygon dan saya dikasih 5000 riyal. Rejeki kan pantang ditolak ye...ya saya minum baygonnya..geleng2 kepala tuh arab hahaha.....abis itu saya langsung ambil uangnya dan ke rumah sakit....saya bilang ke dokternya saya minum baygon g sengaja dan minta di sedot..keluar lagi deh tuh baygon meski agak mules2 dikit dan pening, tapi saya untung 4800 riyal karena bayar rumah sakitnya cuma 200 riyal " Pak maman dengan riangnya menceritakan pengalaman masa mudanya.
Tersirat di mata PM kerinduan akan tawanya di masa mudanya, kebahagiaan dimana dia merantau keliling eropa dengan menyelundup di mobil pos dan keberaniaanya mengarungi kehidupan dengan positive thinking. Dan yang paling INDAH tentang bertemu PM adalah, dia tau kapan untuk membuat orang tertawa dan terhibur disela-sela cuaca buruk dalam penerbangan itu. dia adalah orang special yang dikirimkan Allah pada hari itu untuk menjadi penenang hati. Pada akhir kalimat, PM mengatakan bahwa kenakalan waktu mudanya sudahlah cukup baginya dan dia ingin menjalani hari tuanya dengan tenang. "Inget nak, tetep pikiran positif akan semuanya dan jangan ragu hadapin kehidupan"
Perjalanan 2 Jam itu telah memberikannya banyak sekali kisah dan pengalaman yang menginspirasi anak rantau di kota Medan ini untuk mensyukuri hidup dan selalu bersikap positive.
Semua sudah ada yg mengatur, dan semua pasti ada baiknya...meskipun sempat deg2an juga takut telat jadwal penerbangan pulang akan tetapi Sang Tercinta punya rencana yang lebih manis untukku. Semesta yang pintar telah mengatur untuk sepiring sate kambing nikmat yang memang sudah menjadi rejekiku dan teman perjalanan yang sangat menginspirasi dan membuat penerbangan itu menjadi menyenangkan. Bukan tanpa sebab semesta mengirim Pak Maman yang duduk disebelah ku.....dan itu adalah simfoni semesta yang memainkan nada-nada indahnya untuk ku.
Terima kasih ya Allah, getaran semestaMU telah mengirim Pak Maman kedalam hidupku yang dengan ikhlas dan ringannya membagikan kisah hidupnya......
Teima kasih Pak Maman, semoga anda cepat mendapatkan jodoh hehehe
Rizagadi, Medan-22/09/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar