Sore itu....hujan turun dengan rintiknya..tetes demi tetes butiran mutiara yg jatuh dari pelukan sang awan seakan menari riang membasahi tubuhku. Kupercepat laju motorku..dan akhirnya aku pun menemukan tempat berteduh..yahh walau hanya sepasang tenda kayu kosong cukuplah untuk manahan hujan membasahiku..ketika itu..matahari pun seakan udah enggan tuk bersinar..dalam pelukan sang malam perlahan sinar itu meredam. "Hmm..." sambil menghela nafas aku pun menyalakan sebatang rokokku yang terakhir. Hari semakin gelap dan aku pun terjebak dalam hujan diantara kotaku dan pegunungan di tepi kota. Dingin yg menusuk perlahan merayapi tubuh...hmmm.. tiba2.. sepasang mata indah berhenti didepanku..sambil tergesa2 ia pun memasuki rumah yg ada di balik tempatku berteduh.. seulas senyuman lembut menyapaku.. aku pun terdiam..serasa waktu ini berhenti dalam keheranan.. di desa seperti ini kok ada sesosok bidadari berparas indah dan bermata sayu. Senyumku pun membalas santun sapanya sembariku menepi dari tarian hujan yg semakin lebat. Dalam balutan jaket merah gadis itu terlihat anggun dengan senyuman polos sepolos wajahnya.masya Allah cantiknya. Tak lama setelah itu seseorang berpayungpun keluar dari rumahnya..lalu kudengar suara merdu berkata.. "mari mas masuk aja..berteduh didalam,disini dingin".. kaget ku bukan kepalang..ternyata gadis bermata indah itu yg mengajakku berbicara.."iya mbak g usah repot2, terima kasih,biar saya disini aja, udah terlanjur basah" jawabku. lalu dia pun majawab :"gpp kok masuk aja, hujannya tambah deras lho". Sambil sungkan aku berkata :"ya udah mbak..terima kasih dan maaf udah ngerepotin". Akhirnya aku pun memasuki rumah gadis bermata indah itu, dan dia mempersilakan duduk.Tak lama seorang tua keluar menyapaku dengan lembutnya sambil membawa segelas teh panas untukku sembari berkata :"mari nak diminum biar anget badannya". Sambil tersenyum nenek itu pun kembali ke dalam rumahnya.
Waktu pun berlalu..rintik air hujan laksana pasukan perang dari langit yang tak henti2nya menerpa bumi..semakin deras dan deras. malam semakin larut dan Kami pun larut dalam obrolan yang hangat. Amanda..yupss..nama gadis itu adalah amanda, ternyata dia memang bukan asli daerah itu. Dia sedang menjenguk neneknya yang sudah 7 tahun tak ditemuinya. Amanda adalah gadis bermata indah dari pulau seberang. Tatapan sayu matanya semakin membuatku larut dalam suasana itu... elok sapa dan santun budinya membuatku semakin ingin mengenalnya lebih jauh. tampaknya hujan kali ini membawa hikmah kepadaku..Dzat yang maha rahman telah mempertemukan aku dengan ciptaannya yang dapat melelehkan hati orang yg melihatnya. Dalam suasana yg hangat itu amanda banyak bercerita kepadaku tentang kehidupannya, dibalik manis senyumnya ternyata dia adalah seorang gadis yatim piatu yang harus berjuang melawan kerasnya deru ombak kehidupan. Orang tuanya tewas dalam kecelakaan na'as yang merenggut nyawa keduanya beserta adek kecilnya ketika masa smu nya. Masa dimana seharusnya menjadi masa2 indah tak lagi indah baginya..hanya kesedihan yang manjadi teman karibnya. Sungguh betapa malang nasibnya, diusianya yang begitu muda harus menanggung beban itu sendirian tanpa sanak dan saudara didekatnya. Sambil bekerja dia pun berjuang menyelesaikan akhir smu dan kuliahnya sampai dia skr sudah menjadi salah satu sfaff di sebuah perusahaan swasta terkenal di kotanya. terenyuh hati ini mendengar sekelumit kisah hidupnya yg sudah cukup membuat hati ini bergetar...keikhlasannya menerima ketentuan Allah menjadi inspirasiku dalam menjalani hidupku. Perjuangannya untuk hidup melawan keputus asaan dalam kesendirian membuatku lebih bersyukur dan menghargai keaadaanku saat ini. Sesaat ia terdiam, pikirannya seakan melayang jauh membelah awan mendung yang semakin gelap. Walau senyuman masih menghiasi wajah ayunya..masih tampak olehku kepedihan hatinya..mata indah yg tadi bersinar, mulai tampak berkaca-kaca..walaupun dia selalu menutupinya dengan gurauan2 ringan.
Tak terasa 4 jam sudah aku melayang dalam suasana syahdu diteras mungil itu. Sang hujan pun mulai meredakan amarahnya...hanya tinggal rintik2 kecil yang menemani sang kabut di malam itu. Segera ku bergegas untuk melanjutkan perjalananku dengan motot bututku. Sambil memandang mata itu terakhir kalinya aku pun mengucapkan terima kasih untuk kebaikan dan kerendahan hati menampungku kala menggigil dalam derasnya hujan malam itu. Seulas senyuman manis menghantarkan kepergian ku.
well..tampaknya hujan kali ini bener2 membawa hikmah bagiku..selain mata indah itu yang telah menyejukkan hati ini, aku mendapatkan pengalaman berharga dari kisah amanda. Terima kasih ya Allah karena telah mempertemukan aku dengan pemilik mata indah itu....Terima kasih amanda, kisah hidupmu menjadi inspirasi untukku dalam menggapai ridho allah dengan keikhlasan hati..semoga kau mendapatkan apa yang kau cari dalam hidup ini dalam senyuman dan keberkahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar